Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2016

kepada Jarak



 kepada Jarak yang kerap hadirkan sesak  
Kenapa rindu kau buat sedimikian rumit seperti ini?
Ingin bertemu tapi tak bisa. 
Ingin menyapa hanya bisa lewat suara.
Tak bisakah aku mengusap rambutnya tanpa harus melaluimu, jarak?
Aku sudah sering berdamai denganmu. 
Dengan sabar menerima kehadiranmu diantara hubungan kami, jarak.
Tapi kali ini, aku benar-benar membencimu. 
Aku sedang sangat rindu, tak tahu kah kamu? tak kasihan kah kau denganku, jarak?
Tetes air mataku mungkin juga membencimu, dia sering aku jatuhkan karenamu, jarak.
Tapi, aku juga tak bisa pungkiri. 
Kehadiranmu juga sering memperindah rinduku.
Hadirmu mengistimewakan pertemuanku. 
Dengan adanya kamu, jarak. 
Aku jadi tahu seberapa besar perjuangannya untuk bertemu denganku. 
Hadirmu menyadarkanku betapa cinta dan sayangnya memang benar adanya bukan hanya bualan belaka.
Dengan hadirmu diantara hubungan kami, aku belajar banyak tentang apa itu kesabaran dan tulus cinta kasih sayang.
Aku memang sering membencimu tapi aku juga kerap sadar harusnya aku banyak berterimakasih padamu. Karena aku selalu menjadi wanita yang istimewa setiap dia berhasil melewatimu, jarak
Dan jarak, tolong segera pergi dari kami setelah waktunya tiba. 
Dimana nanti hanya ada aku dan dia. 
Duduk berdampingan, berada dalam satu rumah dan menghabiskan sisa hidup bersama. 
Tak ada kamu lagi sebagai penghalangnya…
Dariku,
Wanita yang rindunya kau perumit

#dari blog mbak-mbak dengan frekuensi rindu yang sama hehe :9


Sabtu, 30 April 2016

Jariyah

ketika dengan polosnya seorang anak bertanya pada saya 
(anak didik les privat matematika UN kelas 6 SD)
'' mba depi dibayar berapa sekali datang nge les in aku? ''

''Jika seorang meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali 3 perkara:
sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do'a anak sholeh''

Saya senang ketika mengajar.
Bukan (hanya) karena dibayar, 
tapi juga dikarenakan kegiatan ini menghasilkan tabungan yang efektif untuk persiapan ketika ruh sudah tidak di badan.
Mari sekilas memandang lingkungan sekitar.
Bukankah programer handal, designer professional, teknisi canggih, psikolog terpercaya atau bahkan kimiawan keren 
Yang ada di sekeliling kita adalah pohon yang bibitnya telah ditanam

lalu, bagaimana ketika kegiatan mengajar tidak dibayar?

  mungkin sistem manusia tidak bisa mengapresiasi kerja kita 
 tapi Allah tau segalanya.
Allah selalu adil,
pasti Allah akan balas dengan rizki di jalan yang lain. 
asal ikhlas..

Jangan takut ketika mengajar tidak dibayar.
karena mengajar bukan tentang fee, tetapi untuk mempersiapkan amal jariyah yang akan selalu mengalir kelak ketika kita sudah tidak di dunia ini.
Sederhana tetapi tak jarang dilupakan..

cheers,
@depifitri  :)