Minggu, 19 Juni 2016

Unpredictable Ramadhan

Ramadhan is a wonderful month to spread our love to those people in need
Many Muslims approach Ramadhan much like Ramadhans in years past. 
They slip into similar habits and routines, and their ibadah from one Ramadhan to the next is predictable. 
They may have the same tarawih schedules, 
read similar quantities of Qur’an or perform similar types of ibadah. 
And they end up coming out of Ramadhan very much like they did the year before.

But, i spent Ramadhan in this year with unpredictable routines in Afkaaruna XD

1st week of Ramadhan 1437 H

to becontinued


Selasa, 31 Mei 2016

kepada Jarak



 kepada Jarak yang kerap hadirkan sesak  
Kenapa rindu kau buat sedimikian rumit seperti ini?
Ingin bertemu tapi tak bisa. 
Ingin menyapa hanya bisa lewat suara.
Tak bisakah aku mengusap rambutnya tanpa harus melaluimu, jarak?
Aku sudah sering berdamai denganmu. 
Dengan sabar menerima kehadiranmu diantara hubungan kami, jarak.
Tapi kali ini, aku benar-benar membencimu. 
Aku sedang sangat rindu, tak tahu kah kamu? tak kasihan kah kau denganku, jarak?
Tetes air mataku mungkin juga membencimu, dia sering aku jatuhkan karenamu, jarak.
Tapi, aku juga tak bisa pungkiri. 
Kehadiranmu juga sering memperindah rinduku.
Hadirmu mengistimewakan pertemuanku. 
Dengan adanya kamu, jarak. 
Aku jadi tahu seberapa besar perjuangannya untuk bertemu denganku. 
Hadirmu menyadarkanku betapa cinta dan sayangnya memang benar adanya bukan hanya bualan belaka.
Dengan hadirmu diantara hubungan kami, aku belajar banyak tentang apa itu kesabaran dan tulus cinta kasih sayang.
Aku memang sering membencimu tapi aku juga kerap sadar harusnya aku banyak berterimakasih padamu. Karena aku selalu menjadi wanita yang istimewa setiap dia berhasil melewatimu, jarak
Dan jarak, tolong segera pergi dari kami setelah waktunya tiba. 
Dimana nanti hanya ada aku dan dia. 
Duduk berdampingan, berada dalam satu rumah dan menghabiskan sisa hidup bersama. 
Tak ada kamu lagi sebagai penghalangnya…
Dariku,
Wanita yang rindunya kau perumit

#dari blog mbak-mbak dengan frekuensi rindu yang sama hehe :9


Busy is The New Happy

this is my first time to apply full job, so time is precious

Sabtu, 07 Mei 2016

Terima Kasih Umi Abi

 
best couple ever after

umi abi sampai di akhirat nanti :')

Umi, Abi apa kabarnya?
Semoga selalu dalam lindungan dan rahmat Allah swt dimana pun
Umi.. Abi..
Terima Kasih telah membimbing kami dengan kasih sayang dan penuh kesabaran
Mencukupi finansial kami hingga kami tumbuh menjadi orang yang berpendidikan 
seperti saat ini
Terima kasih Umi.. Abi..
atas doa-doa di setiap sujud yang bahkan dipanjatkan
 ketika kami masih terlelap dalam mimpi
Maafkan kami atas tingkah tutur kata kami yang sering menyakitkan hati,
Maaf belum bisa memberikan lebih
kami sadar bahwa memberikan apapun takkan mampu membayar 
kebaikan Umi Abi yang telah ikhlas merawat kami selama ini
Sekali lagi terima kasih ..
telah menerima kami, 
meski Umi Abi tahu pasti kami adalah salah satu ujian berat dalam hidup
tapi umi abi masih tetap membimbing kami dengan baik
semoga Umi Abi selalu sehat lahir bathin
dicukupkan rizqi, diberikan keberkahan, ketenangan, kemudahan dalam hidup,
mendapatkan balasan pahala terbaik dari Allah berupa Syurga-Nya kelak, aamiin


 Doa dan sayang dari kami
Teteh, Defi, Fathur

ini keluarga kecilku
dari foto di atas *focus teh siti terlalu imut gak berubah wajahnya sampe sekarang :3 haha
Besok Ahad terakhir sebelum sibuk-sibuk training di Afkaaruna
dan tetiba KANGEN orang-orang rumah
daaaan maghrib-maghrib umi whatsapp, bikin baper
jadi berasa LDR an sama Umi Abi Teteh Fathur ._.



"hidup memang sebuah penantian
bahkan untuk bertemu dengan orang orang tersayang"

cheers,
depifitri :)